” Mulut berbicara, Hati merasakan, Jiwa melayang-layang “

Sejak kecil selalu menginginkan sesuatu yang lebih besar, konon pada masa itu setiap Bintang yang jatuh dari langit, setiap permintaan yang kalian minta atau harapkan akan terkabulkan. ” Hufft, andai kata-kata ku ini terjadi ” kalimat ini terus yang dikeluarkan dari mulut.

Suatu saat, hal itu terwujud. Awalnya menjadi seorang Olahragawan. Senang, binggung, cemas, takut, kaget, hahaha bercampur aduk hati ini merasakannya. Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar. Melewati pelatihan dasar, mengikuti training, pelatihan fisik yang rasanya ingin lari dari hal itu. Hm, tak terbayang bisa menjadi orang yang begitu beruntung dan terpilih dari sekian banyak orang. Bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Pelatih yang telah mempercayakan aku untuk bisa mengenal cabang olahraga ini,Tenis Meja.

Oia, tidak hanya itu, menjadi gadis muda yang terkecil dari semua orang tidak membuat diriku merasa lemah dan tak berdaya. Malahan diriku menjadi motivasi besar bagi generasi muda yang akan datang. Ada enaknya juga hidup di antara kaum dewasa, hehe. Jadi, anak yang paling disayang dan mudah diingat.

Tapi, hal ini membuat aku bersyukur karena begitu banyak pelajaran dan pengalaman yang aku dapat dari kegiatan ini. Kedisiplinan, Ketekunan, Kerja keras, dan tak lupa Andalkan Tuhan yang terutama. Awalnya semuanya berjalan begitu cepat, sesuatu yang kita anggap kita tidak bisa melakukannya kalau diimbangi dengan usaha, semua itu akan terasa lebih baik dari sebelumnya. Aku melakukan pelatihan dasar kurang lebih 4-5 bulan dan semuanya menghasilkan harapan baik.

Setidaknya teknik dasar sudah aku kuasahi, selebihnya aku harus lebih banyak belajar untuk bisa seperti yang lain. Hari berganti hari, perlombaan sudah mulai aku ikuti. Pertandingan Pertama, yang aku ikuti di tingkat provinsi pada tahun 2014. Pada saat itu, aku baru selesai pelatihan beberapa bulan dan sudah dipanggil untuk mengikuti lomba tersebut dan juga aku duduk di bangkuk Sekolah Dasar di kelas ujian. Walaupun akhirnya kalah, wajar karena ini baru awalny. Tapi, dari situlah aku mulai belajar. Lomba ini diadakan di Manokwari,Papua. Pada saat itu, dari cabang kami yang ikut pertandingan tersebut beranggotakan 3 cewek dan 6 cowok dan di bimbing 1 orang pelatih.

Semakin berkembang keahlianku, karena dulu aku sering latihan setiap saat. Setelah perlombaan di tahun 2012 berakhir, berlanjut pula di tahun 2014 mengikuti lomba pada saat itu di tingkat Kota dan lawan yang aku hadapi sudah lebih berpengalaman dari saya. Berujung baik walaupun, tidak meraih medali. Tapi, pada saat itu cabang Tenis Meja-kota Ambon meraih semua medali emas, dan beberapa medali Perak dan Perunggu. Dan disitulah semua pemain Tenis Meja kalah maupun menang mendapat Medali Emas berkat anggota-anggota yang sudah Senior merebut semua medali tersebut. Waktu di Sekolah Menegah Pertama aku mendapat Juara II tingkat SMP, setelah itu aku mulai ikut perlombaan antar kecamatan di Kota Ambon ( PORKOT ) dan mendapat Juara I ganda Putri & Juara II tunggal Putri, kemudian perlombaan yang dilaksanakan oleh salah satu komunitas Tenis Meja mendapat Juara III, karena pada saat itu aku sudah mulai jarang latihan karena, masuk sekolah asrama. Sayangnya, usahaku mulai rapuh ketika sudah masuk di wilayah asrama. Jadwal latihanku sudah tidak serutin dulu lagi tapi, di kelas 1 SMA aku masih bisa mendapat satu kesempatan lagi meraih juara III antar sekolah. Berlanjut hingga pada saat aku berada di kelas 2 SMA dari situlah aku kalah dan sudah tidak bisa mengalahkan lawan yang bisa aku kalahkan dulu karena, aku sudah tidak rutin latihan lagi.

Sekarang ini, aku sudah berada di bangku perkuliahan di salah satu Universitas di Negara Rusia di kota Tomsk dan aku masih tetap melanjutkan anugerah yang diberikan Tuhan kepadaku.

Semua ada waktunya ..

Dream, itulah sapaanku. Dunia menghadirkanku kepada setiap orang. Banyak yang mengenal aku dari hal kecil hingga hal besar. Banyak yang berjuang demi aku. Berjuang hingga tak ada habisnya. Menggapai aku sama seperti bermain layang-layang. Terkadang, nasib kita tidak begitu menentu. Ada kalanya kita berhasil, ada pula kita gagal. Semua itu butuh proses, butuh harapan, butuh ketekunan. Angin membawa kita entah kemana, sama seperti kita melewati waktu yang entah kedepannya bagimana.

Jangan pernah berhenti bermimpi -.

Tapi yang pasti, semua itu ada waktunya ..
Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai